Pesisir Barat – Rektor Institut Bakti Nusantara bersama tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Pesisir Barat sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah, khususnya wilayah pesisir. Kegiatan ini mengusung tema “Partisipasi Pemuda dalam Membangun Wilayah Pesisir” yang menitikberatkan pada peran strategis generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Bakti Nusantara menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Keterlibatan pemuda menjadi kunci dalam mendorong kemajuan wilayah pesisir. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rektor.
Kegiatan PkM ini didampingi oleh dosen Institut Bakti Nusantara, Widiyanto, M.T.I, yang secara aktif membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan program di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga bersinergi dengan masyarakat melalui peran Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat sekaligus Ketua Himpunan Kebangkitan Nasional (HKBN), Bapak Ruspandi, yang turut mendukung kelancaran kegiatan serta menggerakkan partisipasi pemuda setempat.
Dalam keterangannya, Widiyanto, M.T.I menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana implementasi keilmuan sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata. Kegiatan PkM ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual sekaligus kontribusi langsung kepada masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Ruspandi mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran dosen dan mahasiswa memberikan semangat baru bagi pemuda di wilayah pesisir untuk lebih aktif, kreatif, dan berdaya dalam membangun daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan pemberdayaan masyarakat pesisir, pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal, edukasi lingkungan, serta pendampingan dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung promosi dan pengembangan potensi daerah.
Antusiasme masyarakat, khususnya pemuda, terlihat sangat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun daerah secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah pesisir. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas dan berkelanjutan.
