Pringsewu, 23/07/2026 – Institut Bakti Nusantara (IBN) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan desa melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Tahun 2026. Kegiatan pembekalan tersebut mengusung tema “Membangun Desa Berdaya Saing Global melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM, yang menegaskan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdiannya.
Dalam sambutannya, Dr. Miswan Gumanti menyampaikan bahwa KKN Tematik Berdampak merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
“KKN Tematik Berdampak bukan sekadar program akademik, melainkan ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kami berharap mahasiswa Institut Bakti Nusantara mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif, memperkuat digitalisasi desa, memberdayakan potensi lokal, serta menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Dr. Miswan Gumanti.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pringsewu, Ny. Rahayu Rianto Pamungkas, yang memaparkan Program Penguatan Keluarga Sejahtera dan Tangguh melalui Gerakan PKK yang Inovatif, Kolaboratif, dan Berbasis Data. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendukung berbagai program prioritas daerah, di antaranya Sosialisasi Satu Keluarga Cegah Stunting (Satanting), pengembangan Bank Sampah, pemberdayaan UMKM, serta inovasi berbasis masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan edukasi, pendampingan, serta inovasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Kasmini, S.E., Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi merupakan faktor penting dalam mempercepat pembangunan desa.
Kasmini menegaskan bahwa mahasiswa KKN memiliki posisi strategis sebagai pendamping masyarakat dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa, mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, hingga mendorong transformasi digital. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari desa melalui kolaborasi yang terencana antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sebagai narasumber ketiga, M. Muslihudin, M.T.I. memaparkan arah kebijakan Program KKN Tematik Berdampak Institut Bakti Nusantara Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh program kerja mahasiswa akan disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Fokus pelaksanaan KKN meliputi penguatan pendidikan, sains dan teknologi, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi layanan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan tata kelola pemerintahan desa, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Seluruh program tersebut dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, pemerintah pekon, dunia usaha, komunitas, dan berbagai mitra strategis lainnya sehingga menghasilkan program yang berkelanjutan.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menghasilkan luaran KKN yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menciptakan inovasi, digitalisasi layanan desa, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal yang dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi antara narasumber, mahasiswa, pemerintah desa, serta dosen pembimbing lapangan mengenai berbagai tantangan pembangunan desa dan peluang inovasi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan KKN.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa/Pekon mitra KKN Institut Bakti Nusantara Tahun 2026, para mahasiswa peserta KKN Tematik Berdampak 2026, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pimpinan unit, dosen, tenaga kependidikan, serta jajaran struktural Institut Bakti Nusantara.
Melalui kolaborasi antara Institut Bakti Nusantara, Dinas PMP Kabupaten Pringsewu, TP PKK Kabupaten Pringsewu, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan KKN Tematik Berdampak 2026 mampu melahirkan berbagai inovasi yang memperkuat daya saing desa, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya pembangunan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
