Lampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Bakti Nusantara (IBN) kembali menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program KKN di Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, mahasiswa mengembangkan Sistem Digital Ketakmiran Masjid Jami Ad Da’wah berbasis Web Mobile sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada jamaah sekaligus mendukung transformasi digital pengelolaan masjid.
Aplikasi tersebut dirancang agar dapat diakses dengan mudah melalui perangkat komputer maupun smartphone. Sistem dikembangkan untuk membantu pengurus masjid dalam mengelola informasi dan pelayanan jamaah secara lebih efektif, cepat, dan terintegrasi. Kehadiran sistem digital ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pengelolaan informasi secara konvensional serta menjadikan Masjid Jami Ad Da’wah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah satu fitur unggulan yang dikembangkan mahasiswa adalah Perpustakaan Digital Masjid. Fitur ini menjadi sarana literasi yang memungkinkan jamaah dan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai bahan bacaan dan informasi keislaman secara digital. Dengan demikian, fungsi masjid tidak hanya diperkuat sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, literasi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim KKN, Angga Saputra, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui pemanfaatan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.
“Kami mengembangkan sistem ini agar dapat memberikan kemudahan bagi pengurus dalam mengelola pelayanan dan informasi Masjid Jami Ad Da’wah. Kami juga menambahkan Perpustakaan Digital agar jamaah, khususnya generasi muda, memiliki akses yang lebih mudah terhadap sumber-sumber literasi. Harapannya, aplikasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan setelah kegiatan KKN selesai,” ungkap Angga Saputra.

Pendamping KKN Institut Bakti Nusantara, Widi Andewi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut hadir dan melaksanakan kegiatan di tengah masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus. Pengembangan Sistem Digital Ketakmiran dan Perpustakaan Digital ini menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan masjid, meningkatkan literasi masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Widi Andewi, M.Pd.
Pada kesempatan tersebut, Widi Andewi, M.Pd. secara simbolis menyerahkan aplikasi Sistem Digital Ketakmiran Masjid Jami Ad Da’wah kepada pengurus masjid. Penyerahan ini menjadi bagian penting dari proses implementasi program sekaligus menandai bahwa aplikasi selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pengurus untuk mendukung aktivitas pelayanan jamaah.
Selain pengembangan aplikasi, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan terkait penggunaan sistem kepada pengurus masjid. Pendampingan dilakukan agar pengelola dapat memahami fungsi menu, melakukan pembaruan informasi, mengelola konten perpustakaan digital, serta memanfaatkan sistem secara mandiri dan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu wujud komitmen Institut Bakti Nusantara dalam mendorong kegiatan KKN yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program jangka pendek, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat digunakan masyarakat setelah kegiatan mahasiswa berakhir. Integrasi antara teknologi informasi, pelayanan keagamaan, dan literasi digital diharapkan dapat menjadi model pengembangan pelayanan masjid yang lebih modern dan inklusif.
Melalui inovasi Sistem Digital Ketakmiran dan Perpustakaan Digital Masjid Jami Ad Da’wah, mahasiswa KKN Institut Bakti Nusantara turut mengambil peran dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat masyarakat desa. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pengurus masjid, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi teknologi yang sederhana, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan serta literasi masyarakat.
