Pringsewu, 09/10/2023 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Bakti Nusantara (IBN) dalam ajang tingkat Kabupaten Pringsewu. Tim mahasiswa IBN yang dibimbing oleh Septiana M.S., M.M. berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam Lomba Business Masterplan 2023 yang diselenggarakan pada rangkaian kegiatan Pringsewu Craft #2 Tahun 2023.
Dalam kompetisi tersebut, tim Institut Bakti Nusantara berhasil memperoleh Juara 2 Lomba Business Masterplan 2023 dengan hadiah tabungan Simpeda sebesar Rp1.000.000, serta penghargaan 1st Runner Up dengan hadiah sebesar Rp2.500.000. Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa IBN dalam mengembangkan gagasan bisnis kreatif, inovatif, dan relevan dengan potensi ekonomi lokal Kabupaten Pringsewu.
Pringsewu Craft #2 merupakan kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan wastra tapis dan berbagai produk kriya unggulan Kabupaten Pringsewu, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta memperluas pengembangan pasar.
Pada malam puncak Pringsewu Craft #2 yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin, 9 Oktober 2023, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Pringsewu Craft #2 memiliki pendekatan berbeda karena tidak hanya berorientasi pada pengenalan produk kerajinan, tetapi juga pengembangan rencana bisnis dengan melibatkan ide dan gagasan dari perguruan tinggi.
“Jika pada tahun lalu fokus pada pengenalan dan pengembangan kualitas craft, kali ini lebih difokuskan pada pengembangan rencana bisnis craft dan tapis dengan pelibatan ide dan gagasan dari perguruan tinggi. Ini sangat menarik,” ujar Kusnardi mewakili Gubernur Lampung.
Sementara itu, Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah menyampaikan bahwa UMKM mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, produk UMKM lokal masih menghadapi tantangan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya pasar internasional, antara lain karena keterbatasan inovasi dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi serta media sosial.
Menurut Adi Erlansyah, kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan Pringsewu Craft #2 yang berfokus pada pembangunan rencana bisnis craft dan tapis melalui pendekatan inovasi teknologi digital. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru, terutama melalui kreativitas, ide, dan gagasan generasi muda.
“Hal inilah yang mendasari kegiatan, yang fokus membangun rencana bisnis craft dan tapis dengan pendekatan inovasi teknologi digital dengan melibatkan perguruan tinggi yang nantinya akan memproyeksikan ide dan gagasan generasi Z,” katanya.

Ketua Dekranasda Pringsewu Rusdiana Adi Erlansyah menjelaskan bahwa salah satu tujuan Pringsewu Craft #2 adalah melibatkan sivitas akademika melalui Lomba Craft Business Masterplan. Gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bagian dari grand design yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan program pengembangan kerajinan daerah.
“Hal ini sebagai upaya bagi meningkatkan perekonomian sekaligus memperkenalkan wastra tapis dari Pringsewu agar dikenal dan diminati masyarakat luas dari berbagai kalangan,” jelasnya.
Rektor IBN: Prestasi Mahasiswa Harus Terus Dikembangkan
Rektor Institut Bakti Nusantara menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada tim mahasiswa serta dosen pembimbing, Septiana M.S., M.M., atas keberhasilan membawa nama baik institusi melalui dua penghargaan pada Pringsewu Craft #2.
“Selamat dan apresiasi kepada mahasiswa Institut Bakti Nusantara serta Ibu Septiana M.S., M.M. selaku dosen pembimbing. Dua penghargaan ini merupakan capaian yang membanggakan bagi institusi. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IBN mampu menuangkan pengetahuan akademik menjadi ide bisnis yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pengembangan UMKM daerah,” ungkap Rektor IBN.
Rektor juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk semakin aktif mengikuti berbagai kompetisi pada tingkat daerah, nasional maupun internasional. Menurutnya, kompetisi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kerja sama tim, serta keberanian mengimplementasikan gagasan.
Dosen pembimbing Septiana M.S., M.M. turut memberikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama mengikuti proses penyusunan dan pengembangan business masterplan. Menurutnya, keberhasilan meraih dua penghargaan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar dalam mengembangkan konsep bisnis yang menggabungkan potensi lokal, kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Keberhasilan pada Pringsewu Craft #2 sekaligus memperkuat komitmen Institut Bakti Nusantara dalam mendorong pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan di ruang kelas, tetapi juga pada implementasi ilmu pengetahuan melalui kompetisi dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat. IBN berharap gagasan mahasiswa dapat turut memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi pemasaran, serta pelestarian tapis dan produk kriya khas Pringsewu.
