Pengumuman
Berita

Dosen IBN Ikuti Training of Trainer Penguatan Sentra KI, Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional

F
fkomibn Tim Redaksi IBN
17 September 2026 3 Min Baca

Lampung, 16 September 2026 – Institut Bakti Nusantara (IBN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI). Dua dosen Institut Bakti Nusantara, Sri Ipnuwati, M.Kom.dan Joni, M.T.I., mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Sinergi dan Kolaborasi Penguatan Sentra Kekayaan Intelektual dalam Mendukung Inovasi Nasional yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, pada 16 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi pengelola Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi, khususnya dalam melakukan identifikasi potensi KI, memberikan edukasi dan pendampingan, mendukung proses pendaftaran dan perlindungan hukum, serta mendorong pemanfaatan dan hilirisasi hasil penelitian maupun inovasi.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, Taufiqurrakhman, S.Sos., S.H., M.Si., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan para inovator dalam membangun ekosistem Kekayaan Intelektual yang semakin kuat.

Penguatan Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena kampus merupakan salah satu pusat lahirnya berbagai penelitian, teknologi, karya ilmiah, perangkat lunak, desain, metode, dan inovasi. Karena itu, hasil kreativitas dan inovasi tersebut perlu didukung dengan pemahaman serta mekanisme perlindungan Kekayaan Intelektual yang tepat.

Melalui kegiatan Training of Trainer, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan kompetensi secara individual, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan institusinya. Dengan pola tersebut, penguatan literasi dan layanan Kekayaan Intelektual dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas.

Kehadiran para narasumber memberikan penguatan wawasan kepada peserta mengenai berbagai aspek strategis pengelolaan Kekayaan Intelektual. Materi yang disampaikan mencakup penguatan tata kelola Sentra Kekayaan Intelektual, identifikasi dan perlindungan hasil inovasi, peningkatan kualitas layanan KI, hingga strategi membangun kesadaran terhadap pentingnya perlindungan karya dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual serta memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Keikutsertaan Sri Ipnuwati, M.Kom. dan Joni, M.T.I. menjadi langkah strategis Institut Bakti Nusantara dalam memperkuat keberadaan Sentra Kekayaan Intelektual Institut Bakti Nusantara. Sentra KI diharapkan menjadi pusat layanan, edukasi, konsultasi, dan pendampingan bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, peneliti, serta mitra masyarakat dalam melindungi hasil kreativitas, penelitian, dan inovasi.

Penguatan Sentra KI memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Berbagai hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, seperti perangkat lunak, aplikasi, media pembelajaran, karya teknologi, buku, modul, desain, merek, maupun berbagai produk inovatif lainnya memiliki potensi untuk memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual.

Melalui konsep Training of Trainer, Sri Ipnuwati dan Joni diharapkan dapat melakukan diseminasi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada sivitas akademika IBN. Transfer pengetahuan tersebut dapat dikembangkan melalui sosialisasi, pelatihan internal, konsultasi, identifikasi karya potensial KI, hingga pendampingan proses pengajuan Kekayaan Intelektual bagi dosen dan mahasiswa.

Institut Bakti Nusantara juga terus mendorong agar hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi berkembang menuju perlindungan Kekayaan Intelektual, hilirisasi, dan pemanfaatan hasil inovasi. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan dampak penelitian sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan pembangunan daerah.

Keikutsertaan dua dosen IBN dalam kegiatan Training of Trainer ini sekaligus memperkuat komitmen Institut Bakti Nusantara untuk membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan sadar terhadap perlindungan Kekayaan Intelektual. Sinergi bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual diharapkan semakin memperkuat kapasitas Sentra KI IBN sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan.

Institut Bakti Nusantara — BISA: Best, Integrity, Smart, Active.

F
DITULIS OLEH

fkomibn

Tim Publikasi & Kehumasan Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung. Menyajikan kabar terbaru dan informasi resmi kampus.

Artikel Sebelumnya Asesmen Lapangan LAMEMBA Prodi Manajemen IBN Resmi Dibuka Rektor, Perkuat Komitmen Mutu Pendidikan Artikel Selanjutnya Tiga Dosen Institut Bakti Nusantara Lolos Sertifikasi Dosen Tahun 2026
KABAR KAMPUS

Berita & Artikel Terkait

Lihat Semua Berita