Kuala Lumpur, Malaysia — Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN), Dr. Fauzi, S.E., M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA, menjadi salah satu pembicara dalam Majlis Perhimpunan Erat Dagang Malaysia–Indonesia, sebuah forum yang mempertemukan unsur akademisi, pelaku usaha, serta jejaring Indonesia–Malaysia untuk memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama lintas negara.
Kegiatan tersebut mengangkat semangat kerja sama akademik Malaysia–Indonesia serta khidmat komuniti antarabangsa ke arah pemerkasaan pemasaran dan perdagangan antarabangsa. Forum juga menjadi ruang pengembangan B2B Business Matching dan jejaring perdagangan internasional yang diharapkan mampu membuka peluang konkret bagi pelaku usaha kedua negara.
Kehadiran Dr. Fauzi memiliki posisi strategis karena selain menjabat sebagai Rektor Institut Bakti Nusantara, ia juga aktif dalam Perkumpulan Auditor Usaha Pariwisata Indonesia (PAPINDO) BPD Lampung. Peran tersebut menjadi jembatan untuk menghubungkan kekuatan perguruan tinggi, dunia usaha, pengembangan sumber daya manusia, serta sektor pariwisata dalam membangun kerja sama Indonesia–Malaysia yang lebih produktif.
Dalam paparannya, Dr. Fauzi mendorong agar kerja sama perdagangan Indonesia–Malaysia tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dilanjutkan dalam bentuk kemitraan bisnis, promosi produk unggulan daerah, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, investasi, serta pengembangan destinasi dan industri pariwisata. Provinsi Lampung dinilai memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam ekosistem kerja sama tersebut.
“Lampung memiliki posisi dan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dalam kolaborasi Indonesia–Malaysia. Kita memiliki produk UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, pertanian, serta potensi destinasi pariwisata yang dapat diperkenalkan lebih luas. Forum seperti ini harus kita dorong menjadi pintu masuk bagi business matching, promosi, investasi, dan peningkatan kunjungan wisata antara Malaysia dan Indonesia, khususnya ke Provinsi Lampung,” ujar Dr. Fauzi.

Menurutnya, sektor perdagangan dan pariwisata memiliki hubungan yang sangat erat. Peningkatan kunjungan wisatawan akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, produk UMKM hingga ekonomi kreatif. Sebaliknya, terbukanya jaringan perdagangan internasional dapat memperkuat promosi daerah sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk unggulan Lampung.
Karena itu, salah satu gagasan yang didorong adalah membangun jalur kolaborasi Malaysia–Lampung yang mempertemukan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah, industri pariwisata, UMKM, dan pelaku perdagangan. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui promosi destinasi bersama, business matching, pertukaran informasi pasar, peningkatan kompetensi SDM pariwisata, pendampingan UMKM, hingga kegiatan akademik dan penelitian yang mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM, yang juga merupakan pengurus PAPINDO Lampung. Kehadirannya memperkuat komitmen PAPINDO Lampung dalam membangun jejaring internasional, khususnya untuk meningkatkan kualitas tata kelola, profesionalisme, dan daya saing usaha pariwisata di Provinsi Lampung.
Dr. Fauzi juga menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung agenda tersebut. Institut Bakti Nusantara dapat mengambil peran melalui penelitian, inovasi, pendidikan kewirausahaan, transformasi digital UMKM, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri pariwisata.
Melalui partisipasi dalam Majlis Perhimpunan Erat Dagang Malaysia–Indonesia, diharapkan terbentuk jejaring yang semakin kuat antara pelaku usaha dan institusi kedua negara. Secara khusus, momentum ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi Provinsi Lampung untuk memperkenalkan potensi perdagangan, produk unggulan, ekonomi kreatif, dan destinasi pariwisata kepada pasar Malaysia.
Keterlibatan Dr. Fauzi bersama PAPINDO Lampung sekaligus menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dapat dikembangkan melalui kerja sama pendidikan, tetapi juga melalui sinergi kampus–industri–UMKM–pariwisata. Dengan kolaborasi tersebut, hubungan Indonesia–Malaysia diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata sekaligus memperkuat posisi Lampung dalam jejaring perdagangan dan pariwisata regional ASEAN.
