Pengumuman
Berita

Dua Dosen Institut Bakti Nusantara Jadi Narasumber Pelatihan SISTER dan Penguatan Jabatan Akademik Dosen STIT Pringsewu

P
pak Muslih Tim Redaksi IBN
16 October 2026 4 Min Baca

Pringsewu, 15 Oktober 2026 – Dua dosen Institut Bakti Nusantara (IBN), Muhamad Muslihudin, M.T.I. dan Suyono, M.T.I., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Penyusunan Laporan Kinerja Dosen Menggunakan SISTER dan Kelengkapan Penyusunan Jabatan Akademik Dosen (JAD) yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi dosen dalam pengelolaan portofolio akademik, penyusunan Beban Kerja Dosen (BKD), pemutakhiran data melalui aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER), serta penyiapan dokumen pendukung pengusulan jabatan akademik dosen.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua STIT Pringsewu, Iis Maisaraoh, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas administrasi akademik dan profesionalisme dosen sebagai bagian dari penguatan mutu perguruan tinggi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh dosen STIT Pringsewu semakin memahami pentingnya pengelolaan portofolio akademik melalui SISTER. Kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam pelaporan kinerja, pengembangan karier, serta peningkatan jabatan akademik dosen. Kami mengapresiasi kontribusi dosen Institut Bakti Nusantara yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para dosen STIT Pringsewu,” ungkap Iis Maisaraoh.

Pada sesi pertama, Muhamad Muslihudin, M.T.I., dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) Institut Bakti Nusantara, menyampaikan materi mengenai pengisian dan pemutakhiran data pada laman SISTER sebagai portofolio akademik dosen.

Materi difokuskan pada pengelolaan identitas dan riwayat dosen, pendidikan formal, jabatan akademik, serta pencatatan aktivitas tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan penunjang.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesesuaian dokumen bukti kinerja dengan aktivitas yang dilaporkan, termasuk keterkaitan portofolio SISTER dengan penyusunan laporan BKD dan kebutuhan pengusulan jabatan akademik dosen.

“SISTER bukan sekadar aplikasi untuk mengisi laporan BKD, tetapi merupakan portofolio digital yang menggambarkan perjalanan akademik dan profesionalisme seorang dosen. Setiap aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian, dan penunjang perlu didokumentasikan secara tertib, lengkap, serta berkelanjutan. Portofolio yang baik akan mempermudah proses evaluasi kinerja dan pengembangan jabatan akademik dosen,” jelas Muhamad Muslihudin.

Ia juga menekankan bahwa dosen perlu melakukan pembaruan data secara berkala dan tidak hanya ketika memasuki periode pelaporan BKD maupun pengusulan kenaikan jabatan akademik.

Pada sesi kedua, Suyono, M.T.I., dosen Institut Bakti Nusantara, membahas peran strategis operator perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan data dosen melalui SISTER.

Pembahasan mencakup koordinasi antara dosen dan operator, validasi identitas serta riwayat akademik, sinkronisasi data dosen dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), hingga identifikasi permasalahan administrasi yang dapat menghambat proses pelaporan BKD dan pengembangan jabatan akademik.

Menurut Suyono, keberhasilan implementasi SISTER tidak hanya bergantung pada kemampuan dosen mengisi data, tetapi juga memerlukan dukungan operator yang memahami alur administrasi dan mekanisme sinkronisasi data.

“Operator memiliki peran penting dalam menjaga ketepatan dan konsistensi data dosen. Sinergi antara dosen, operator, dan pengelola perguruan tinggi harus dibangun agar proses pemutakhiran data, pelaporan BKD, serta administrasi jabatan akademik dapat berjalan lebih efektif. Data yang valid dan tersinkronisasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan sumber daya dosen,” papar Suyono.

Kegiatan pelatihan mendapat tanggapan positif dari dosen STIT Pringsewu. Salah satu peserta, Dr. Dedi Irawan, M.E.Sy., menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan dosen, khususnya dalam mempersiapkan laporan kinerja dan kelengkapan administrasi jabatan akademik.

“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih sistematis mengenai hubungan antara portofolio SISTER, laporan BKD, dan pengembangan jabatan akademik. Kami memperoleh penjelasan teknis yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketertiban administrasi dan mempersiapkan dokumen akademik secara lebih baik,” ungkap Dr. Dedi Irawan.

Sementara itu, Tuti Puspita, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu dosen memahami pentingnya dokumentasi kegiatan tridarma perguruan tinggi sejak awal pelaksanaan kegiatan.

“Selama ini, tantangan yang sering dihadapi dosen adalah kelengkapan dokumen dan ketepatan pengisian data. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan pengisian SISTER dan persiapan dokumen pendukung jabatan akademik. Harapannya, kegiatan pendampingan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tutur Tuti Puspita.

Keterlibatan dua dosen Institut Bakti Nusantara sebagai narasumber menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kompetensi dan tata kelola sumber daya manusia perguruan tinggi, khususnya di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara dan STIT Pringsewu diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan kompetensi dosen, peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, pengelolaan sistem informasi akademik, serta percepatan pengembangan karier dan jabatan akademik dosen.

P
DITULIS OLEH

pak Muslih

Tim Publikasi & Kehumasan Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung. Menyajikan kabar terbaru dan informasi resmi kampus.

Artikel Sebelumnya Rektor Institut Bakti Nusantara Tandatangani MoU dengan Dunia Industri dan Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia pada MUNAS APTIKOM 2026 Yogyakarta
KABAR KAMPUS

Berita & Artikel Terkait

Lihat Semua Berita