Pengumuman
Berita

Kemendiktisaintek Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Program PkM Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026

P
pak Muslih Tim Redaksi IBN
06 October 2026 3 Min Baca

Pringsewu, 6 Oktober 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama mitra TPS3R Jejama Secancanan mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut diikuti oleh Dr. Fauzi bersama Tim PkM serta mitra TPS3R Jejama Secancanan yang dihadiri oleh Lukman Riyadi, S.Pd. Monev difokuskan pada evaluasi Laporan Kemajuan pelaksanaan program, ketercapaian kegiatan, keterlibatan mitra, implementasi teknologi, serta perkembangan luaran yang telah dihasilkan selama program berlangsung.

Proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh reviewer Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Lisnawaty Simatupang, S.Si., M.Si. dari Universitas Negeri Medan (UNIMED). Dalam kegiatan tersebut, tim memaparkan perkembangan program sekaligus menunjukkan berbagai bukti pelaksanaan dan luaran pemberdayaan yang telah diterapkan kepada kelompok masyarakat mitra.

Dalam paparannya, Dr. Fauzi menyampaikan bahwa pelaksanaan program telah mencapai 80 persen. Sejumlah tahapan utama telah berhasil dilaksanakan, khususnya kegiatan yang diarahkan pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan anggota TPS3R Jejama Secancanan. Program tidak hanya diarahkan pada penyelesaian kegiatan, tetapi juga memastikan bahwa teknologi dan inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh mitra.

“Sampai dengan tahap monitoring dan evaluasi ini, pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 80 persen. Berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan bersama anggota TPS3R Jejama Secancanan. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada penguatan pemanfaatan teknologi digital, terutama melalui pelatihan penggunaan platform e-commerce yang telah dikembangkan oleh Tim PkM,” jelas Dr. Fauzi dalam paparannya.

Platform e-commerce tersebut dikembangkan sebagai bagian dari penerapan teknologi untuk membantu mitra dalam memperluas pemasaran produk hasil pengelolaan dan daur ulang sampah. Melalui platform tersebut, produk-produk yang dihasilkan kelompok masyarakat diharapkan dapat diperkenalkan dan dipasarkan secara lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital. Pelatihan juga diarahkan agar anggota TPS3R mampu mengelola informasi produk, pemasaran, serta layanan kepada konsumen secara mandiri.

Sementara itu, keterlibatan TPS3R Jejama Secancanan sebagai mitra menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Pendekatan pemberdayaan dilakukan dengan menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku utama dalam penerapan teknologi, pengembangan produk, dan keberlanjutan program setelah kegiatan PkM selesai.

Melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini, Tim PkM memperoleh masukan untuk menyempurnakan tahapan kegiatan yang masih berjalan sekaligus memperkuat pencapaian luaran program. Sisa pelaksanaan kegiatan akan diarahkan pada penyelesaian seluruh target program, pelatihan dan implementasi platform e-commerce, peningkatan kemampuan mitra dalam pemasaran digital, serta penguatan keberlanjutan pengelolaan usaha berbasis hasil daur ulang sampah.

Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas TPS3R Jejama Secancanan dalam mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kemandirian kelompok masyarakat.

P
DITULIS OLEH

pak Muslih

Tim Publikasi & Kehumasan Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung. Menyajikan kabar terbaru dan informasi resmi kampus.

Artikel Sebelumnya Institut Bakti Nusantara Hadiri Paparan LLDIKTI Wilayah II, Dorong Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Swasembada Pangan Artikel Selanjutnya Lima Delegasi Institut Bakti Nusantara Hadiri MUNAS APTIKOM VII 2026 di Yogyakarta, Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional
KABAR KAMPUS

Berita & Artikel Terkait

Lihat Semua Berita