Bandar Lampung, 23 Agustus 2026 – Institut Bakti Nusantara (IBN) turut mengambil peran aktif dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Lampung, Minggu (23/8/2026). Tidak hanya hadir sebagai peserta, IBN juga terlibat dalam kepanitiaan Rakernas, sebagai bentuk kontribusi nyata institusi dalam mendukung penguatan dan kemajuan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.
Delegasi Institut Bakti Nusantara dalam kegiatan tersebut di antaranya Rektor IBN Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA, Wakil Rektor II Dr. Miswan Gumanti, MBA., M.M., serta Kepala Humas IBN sekaligus Pengurus APTISI Lampung Sri Ipnuwati, M.Kom. Kehadiran jajaran pimpinan IBN menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta berkontribusi dalam pembahasan arah kebijakan pendidikan tinggi swasta di tingkat nasional.
Rakernas I APTISI Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi PTS karena dihadiri oleh berbagai pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari 34 provinsi tersebut mengangkat semangat kebangkitan perguruan tinggi swasta serta penguatan peran PTS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Rakernas secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Dalam arahannya, Mendiktisaintek menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan sertifikasi keahlian lulusan perguruan tinggi agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. “Program lulusan perguruan tinggi langsung ke luar negeri sampai 300 ribu orang akan menjadi daya tarik besar bagi PTS,” tegas Prof. Brian.
Ia juga menekankan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing lulusan. Pemerintah, menurutnya, akan mendorong skema pembiayaan yang dapat membantu masyarakat memperoleh pendidikan tinggi dan meningkatkan kompetensinya. Prof. Brian turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi APTISI dalam memperjuangkan kepentingan dan pengembangan PTS di Indonesia.
Rakernas juga dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Furtasan Ali, S.E., S.Kom., M.M. yang menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi swasta melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Menurutnya, PTS memiliki posisi strategis karena menampung sebagian besar mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia. “PTS tidak boleh terus dipandang sebagai pelengkap. Dengan adanya BPOPTS, kita ingin ada kepastian regulasi dan dukungan yang setara dengan PTN,” ujarnya.
Ketua APTISI Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si. dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sinergi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun perguruan tinggi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Sinergi kampus dan lulusan akan mewujudkan kampus berdampak menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

APTISI juga menggagas langkah strategis berupa pendirian sekolah kepemimpinan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi wadah dalam mempersiapkan pemimpin akademik yang visioner, adaptif, dan mampu menjawab perubahan dunia pendidikan tinggi.
Sementara itu, Ketua OC sekaligus Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y.A. Alfian, MBA., M.Sc. menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Rakernas I APTISI. Menurutnya, Rakernas diharapkan menjadi titik awal semakin kuatnya konsolidasi dan kebangkitan PTS di Indonesia. “Kalau kita mau maju syaratnya harus bersatu. Pemerintah wajib memberi perhatian yang cukup bagi PTS,” ujarnya.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam Rakernas, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. yang menyampaikan pentingnya keberpihakan terhadap sektor pangan dan petani Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. menyoroti besarnya kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia sektor pariwisata. Menurutnya, berbagai potensi pariwisata Indonesia membutuhkan dukungan SDM berkualitas agar dapat dikelola secara profesional dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Rektor Institut Bakti Nusantara Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA menyambut positif pelaksanaan Rakernas I APTISI 2026. Menurutnya, forum nasional tersebut memiliki arti penting bagi PTS untuk memperkuat posisi, meningkatkan kualitas, serta membangun kolaborasi yang lebih luas. “Rakernas APTISI merupakan momentum strategis bagi seluruh perguruan tinggi swasta untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi. Institut Bakti Nusantara siap mengambil bagian dalam transformasi pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta penguatan jejaring nasional dan internasional. PTS harus semakin adaptif dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta berdaya saing global,” ujar Dr. Fauzi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II IBN Dr. Miswan Gumanti, MBA., M.M. menilai bahwa Rakernas APTISI membuka ruang yang sangat luas untuk membangun jejaring dan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi. “Pertemuan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia memberikan kesempatan bagi IBN untuk memperkuat jejaring kelembagaan. Kolaborasi tidak hanya penting dalam bidang pendidikan, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan SDM, serta berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Humas Institut Bakti Nusantara sekaligus Pengurus APTISI Lampung Sri Ipnuwati, M.Kom. mengatakan keterlibatan IBN sebagai peserta sekaligus bagian dari tim kepanitiaan merupakan wujud dukungan nyata terhadap suksesnya Rakernas I APTISI 2026 di Provinsi Lampung. “Kami bersyukur Institut Bakti Nusantara dapat terlibat secara langsung dalam Rakernas I APTISI, tidak hanya sebagai peserta tetapi juga menjadi bagian dari kepanitiaan. Kehadiran ratusan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai provinsi merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan potensi pendidikan tinggi di Lampung sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar-PTS di Indonesia,” jelas Sri Ipnuwati.
Rakernas turut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Rycko Menoza, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, serta berbagai pimpinan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia.
Melalui keikutsertaan sekaligus keterlibatan dalam kepanitiaan Rakernas I APTISI Tahun 2026, Institut Bakti Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam jejaring pendidikan tinggi nasional. IBN berharap hasil Rakernas dapat melahirkan kebijakan, kolaborasi, dan program strategis yang semakin memperkuat keberadaan perguruan tinggi swasta serta mendorong terwujudnya kampus yang unggul, berdampak, adaptif, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
