Pengumuman
Berita

Institut Bakti Nusantara Gelar Monitoring dan Evaluasi Hibah Kemendiktisaintek 2026, Libatkan Peneliti dari Tiga Perguruan Tinggi

P
pak Muslih Tim Redaksi IBN
26 August 2026 5 Min Baca

Pringsewu, 27 Agustus 2026 — Institut Bakti Nusantara (IBN) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjalan sesuai dengan target, metode, luaran, serta capaian yang telah ditetapkan dalam proposal pendanaan.

Kegiatan Monev diikuti oleh 9 tim peneliti dan 2 tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berasal dari tiga perguruan tinggi, yaitu Institut Bakti Nusantara, STMIK Surya Intan, dan STMIK Kalirejo. Kehadiran tim dari beberapa perguruan tinggi tersebut sekaligus memperkuat sinergi antarinstitusi dalam meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Proses monitoring dan evaluasi melibatkan Prof. Dr. Anuar Sanusi, M.Si. bersama tim dari IIB Darmajaya selaku Reviewer Nasional Kemendiktisaintek. Sementara itu, reviewer internal terdiri atas Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA., Citrawati Jatiningrum, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Trisnawati, M.Pd. Tim reviewer melakukan evaluasi terhadap kemajuan penelitian dan PkM, ketercapaian indikator, penggunaan metode, dokumentasi kegiatan, luaran wajib dan tambahan, serta kesesuaian implementasi kegiatan dengan proposal yang telah disetujui.

LPPM IBN Dorong Kualitas Riset dan Luaran Berdampak

Ketua LPPM Institut Bakti Nusantara, Muhamad Muslihudin, M.T.I., menyampaikan bahwa kegiatan Monev tidak hanya berfungsi sebagai proses evaluasi administratif, tetapi juga sebagai ruang pembinaan bagi para dosen agar pelaksanaan penelitian dan PkM semakin berkualitas serta mampu menghasilkan luaran yang memiliki manfaat akademik maupun sosial.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan hibah Kemendiktisaintek. Kami berharap setiap tim tidak hanya mampu menyelesaikan target penelitian dan pengabdian sesuai proposal, tetapi juga menghasilkan publikasi, inovasi, produk, teknologi, dan luaran lain yang dapat memberikan manfaat nyata. Masukan dari reviewer menjadi bahan yang sangat berharga untuk penyempurnaan kegiatan hingga penyelesaian laporan dan luaran,” ujar Muhamad Muslihudin.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan tiga perguruan tinggi dalam kegiatan Monev juga menjadi momentum untuk membangun budaya riset yang semakin kolaboratif. Menurutnya, LPPM IBN terus mendorong para dosen agar meningkatkan kualitas proposal, memperkuat rekam jejak penelitian, membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi, serta mempersiapkan penelitian yang memiliki kesinambungan dan potensi hilirisasi.

Peneliti STMIK Surya Intan dan STMIK Kalirejo Apresiasi Pelaksanaan Monev

Salah satu peserta dari STMIK Surya Intan, Ferry Susanto, M.T.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Monev yang menurutnya tidak hanya mengevaluasi capaian, tetapi juga memberikan banyak masukan konstruktif bagi tim peneliti.

“Kegiatan Monev memberikan pengalaman dan masukan yang sangat bermanfaat bagi kami. Reviewer tidak hanya melihat capaian penelitian, tetapi juga memberikan arahan mengenai penguatan metode, luaran, publikasi, dan keberlanjutan penelitian. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian pada masa mendatang,” ungkap Ferry Susanto.

Senada dengan hal tersebut, Mei Ratnasari, M.T.I. dari STMIK Kalirejo menilai forum Monev memberikan kesempatan kepada peneliti untuk memperoleh perspektif baru dalam menyempurnakan pelaksanaan penelitian.

“Kami memperoleh banyak catatan positif dan saran pengembangan dari reviewer. Monev seperti ini sangat penting karena membantu peneliti melihat kembali ketercapaian penelitian secara lebih objektif, sekaligus mempersiapkan luaran agar dapat diselesaikan dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Winia Waziana: Hibah Fundamental Tahun Ketiga Jadi Motivasi untuk Konsisten Meneliti

Pengalaman dalam memperoleh hibah juga disampaikan oleh dosen Institut Bakti Nusantara, Winia Waziana, M.Pd., yang pada tahun 2026 kembali memperoleh pendanaan hibah untuk tahun ketiga pada Skema Penelitian Fundamental. Keberlanjutan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk konsistensi dosen IBN dalam mengembangkan penelitian yang berkesinambungan.

“Kepercayaan memperoleh hibah hingga tahun ketiga menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu penelitian. Setiap proses evaluasi memberikan pembelajaran baru, terutama dalam memperkuat substansi penelitian, konsistensi roadmap, kualitas luaran, dan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Winia Waziana.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah tidak berhenti pada pendanaan, tetapi harus dibuktikan melalui proses penelitian yang terukur, publikasi berkualitas, serta keberlanjutan pengembangan hasil penelitian.

Reviewer Kunjungi Langsung Mitra PkM

Rangkaian Monev pada 26–27 Agustus 2026 tidak hanya dilakukan melalui pemaparan dan evaluasi dokumen. Tim reviewer juga melakukan kunjungan lapangan ke lokasi mitra Pengabdian kepada Masyarakat untuk melihat secara langsung implementasi program, penggunaan teknologi dan peralatan, keterlibatan kelompok mitra, serta dampak kegiatan terhadap masyarakat.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah TPS3R Jejama Secancanan, bertempat di Rumah Bank Sampah Jejama Secancanan. Tim reviewer bertemu langsung dengan kelompok mitra yang diketuai oleh Lukman Riyadi, S.Pd.Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi reviewer untuk melihat implementasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya optimalisasi pengelolaan limbah kertas dan sampah organik, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, serta pengembangan produk kerajinan berbahan kertas daur ulang.

Ketua kelompok mitra TPS3R Jejama Secancanan, Lukman Riyadi, S.Pd., menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, pendampingan dari perguruan tinggi telah memberikan manfaat bagi kelompok, terutama dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan pengolahan sampah, serta mendorong sampah agar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan di Gedung Mahan Tapis Margakaya, dengan kelompok mitra yang diketuai oleh Ibu Nilawati. Di lokasi tersebut, reviewer meninjau pelaksanaan program PkM yang diarahkan pada peningkatan kapasitas kelompok dalam pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pemasaran produk kerajinan melalui digital marketing dan platform pemasaran berbasis teknologi informasi.

Kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam proses Monev karena memungkinkan reviewer melakukan verifikasi antara laporan kemajuan dengan kondisi implementasi di lapangan. Selain itu, reviewer dapat memperoleh tanggapan langsung dari mitra mengenai manfaat program, perubahan yang dirasakan, serta kebutuhan pengembangan program pada tahap berikutnya.

Perkuat Budaya Riset dan Pengabdian Berdampak

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hibah Kemendiktisaintek Tahun 2026, Institut Bakti Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang produktif, kolaboratif, akuntabel, dan berorientasi pada dampak.

Kolaborasi antara Institut Bakti Nusantara, STMIK Surya Intan, dan STMIK Kalirejo, didukung pembinaan dari reviewer nasional dan internal, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan hibah sekaligus mendorong lahirnya publikasi ilmiah, inovasi, teknologi tepat guna, produk pemberdayaan, dan berbagai luaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kegiatan Monev juga diharapkan menjadi pijakan bagi para dosen untuk mempersiapkan penelitian dan PkM berikutnya dengan kualitas proposal yang semakin kompetitif. Dengan demikian, keberhasilan memperoleh hibah Kemendiktisaintek dapat diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan, pencapaian luaran, keberlanjutan program, serta dampak nyata bagi perguruan tinggi dan masyarakat.

P
DITULIS OLEH

pak Muslih

Tim Publikasi & Kehumasan Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung. Menyajikan kabar terbaru dan informasi resmi kampus.

Artikel Sebelumnya IBN Ambil Peran Strategis dalam Rakernas I APTISI 2026, Perkuat Sinergi PTS Menuju Indonesia Emas 2045 Artikel Selanjutnya SLEARGEN-Z: Next Level Generation, IBN Latih Siswa dan Guru SMPN 2 Adiluwih Manfaatkan AI untuk Pembelajaran Cerdas
KABAR KAMPUS

Berita & Artikel Terkait

Lihat Semua Berita