Pringsewu, 29 September 2026 — Institut Bakti Nusantara (IBN) kembali memperkuat wawasan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui kegiatan Seminar Literasi Digital bertajuk “Saatnya Mahasiswa Beraksi: Amankan Data dan Berantas Hoax”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kampus IBN Pringsewu tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Bakti Nusantara, Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA.
Seminar literasi digital ini menjadi bagian dari upaya Institut Bakti Nusantara dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keamanan data, etika bermedia digital, serta kemampuan menyaring informasi di tengah semakin cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Dalam sambutannya, Rektor IBN Dr. Fauzi menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memahami risiko digital, menjaga keamanan data pribadi, serta melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mahasiswa harus menjadi generasi yang cakap digital, mampu menjaga keamanan data, berpikir kritis terhadap informasi, dan ikut menjadi bagian dalam mencegah penyebaran hoaks. Literasi digital merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja yang semakin terdigitalisasi,” ujar Dr. Fauzi.

Materi seminar turut membahas pemahaman mengenai literasi digital, yakni kemampuan menggunakan, memahami, serta mengevaluasi teknologi dan informasi yang digunakan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip CABE, yaitu Cakap, Aman, Budaya, dan Etika, sebagai landasan dalam beraktivitas di ruang digital. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara produktif sekaligus memahami aspek keamanan dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia digital.
Salah satu perhatian utama kegiatan adalah meningkatnya risiko penyalahgunaan data pribadi serta penyebaran informasi palsu atau hoaks. Mahasiswa didorong untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, menggunakan akun digital, mengakses tautan maupun aplikasi, serta memahami pentingnya melakukan pengecekan sumber dan fakta sebelum mempercayai ataupun menyebarluaskan sebuah informasi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi, diskusi, serta penguatan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui mahasiswa dalam penggunaan teknologi dan media sosial. Peserta juga didorong untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat dengan membiasakan penggunaan teknologi yang aman, kritis, beretika, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Institut Bakti Nusantara menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi transformasi digital. Literasi digital tidak hanya dipandang sebagai kemampuan teknis menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, aman, berbudaya, dan beretika.
Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan seminar. IBN berharap kegiatan literasi digital dapat terus dikembangkan melalui seminar, pelatihan, dan edukasi berkelanjutan sehingga mahasiswa mampu menjadi generasi yang tidak mudah terpengaruh hoaks, sadar terhadap perlindungan data pribadi, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun ekosistem digital Indonesia.
